Indonesia English

 
Kenaikan DP Kredit Paling Parah Hanya Menunda Pembelian
04/May/2012

Jakarta - Meski para produsen kendaraan pesimis bisa meningkatkan penjualan mobil dan motor di Indonesia akibat rencana kenaikan ambang batas down payment (DP) kredit kendaraan, dunia perbankan masih yakin angka pertumbuhan bisa didapat.

Presiden Direktur BII Finance Alexander yakin kalau kenaikan ambang batas DP ini hanya akan menunda pertumbuhan penjualan mobil. Karena, saat ini mobil sudah menjadi kebutuhan.

"Masalah DP sekarang jadi isu paling hot. Tapi menurut pandangan kami, kita tidak perlu pesimistis. Yang perlu kita cermati, aturan ini berlaku hanya untuk mobil yang digunakan bukan untuk keperluan produktif. Kalau untuk keperluan produktif masih bisa 20 persen," katanya di Jakarta.

Kalau memang perusahaan butuh mobil, lanjutnya, tambahan DP dari 15 ke 20 masih bisa dipenuhi, kalau pun tidak, hanya akan terjadi penundaan pembelian karena mobil memang dibutuhkan.

"Beda halnya kalau beli mobil hanya untuk kebutuhan konsumtif. Yang jadi masalah adalah kalau pembelinya pekerja, itu masih diperdebatkan karena ada alasan mobil membantu kelancaran bekerja. Cuma tetap saja, orang akan beli mobil kalau pun DP dinaikkan, mereka cuma menunda. Karena saat ini ekonomi kita terus meningkat," paparnya.

BII sudah melakukan simulasi, memang di Juni dan Juli akan ada penurunan penjualan 10-15 persen, tapi itu tidak masalah karena portofolio klien BII menengah ke atas yang saat ini DP-nya rata-rata diatas 30 persen.

"Karena itu dengan ikut IIMS (Indonesia International Motor Show) kita mau melebarkan sayap ke kelas menengah," tandasnya.

Seperti diketahui peningkatan ambang batas DP akan mulai diberlakukan pada Juni 2012 mendatang. Ketentuan itu lahir setelah Bank Indonesia (BI) membatasi uang muka (down payment/DP) kredit motor minimal 25% dan mobil 30% untuk pengajuan kredit kendaraan di perbankan.

Kementerian Keuangan kemudian menyusul membatasi DP kredit kendaraan di perusahaan multifinance atau leasing minimal 20% untuk motor dan 25% untuk mobil.

Baik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mewadahi produsen mobil dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang mewadahi produsen motor memprediksi penjualan kendaraan di Indonesia akan turun antara 20-30 persen karena hal itu.

 

Sumber: http://oto.detik.com/read/2012/04/26/134646/1902220/1207/kenaikan-dp-kredit-paling-parah-hanya-menunda-pembelian