Indonesia English

 
IMFI Mendapat Pinjaman Sindikasi USD126 juta
31/August/2013

 

Agustus 2013 lalu, PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) memperoleh pinjaman sindikasi (syndicated loan) dari 14 bank dari enam negara, yakni Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Taiwan, India, dan Thailand.

 

Pinjaman sindikasi ini merupakan pinjaman ke empat yang pernah diperoleh IMFI setelah sebelum nya pernah mendapatkan pinjaman serupa di tahun 2006, 2009, 2011 dan 2012. Tahun ini, jumlah pinjaman yang diperoleh adalah sebesar USD 126.000.000 dimana jumlah ini melebihi ekspektasi (oversubscribed) dari jumlah awal yang direncanakan yakni sebesar USD 100.000.000. Berikut adalah Bank yang menjadi peserta sindikasi kali ini:

• Oversea-Chinese Banking Corporation Limited

• CTBC Bank Co., Limited

• Standard Chartered Bank

• The Bank of East Asia, limited, Singapore Branch

• Emirates NBD PJSC, Singapore Branch

• Mega International Commercial Bank Co., Ltd., Offshore Banking Branch

• State bank of India, Hong Kong Branch

• Cosmos bank, Taiwan

• First Commercial Bank, Offshore Banking Branch

• Krung Thai Bank Public Company Limited, Singapore Branch

• Ta Chong Bank, Ltd

• Taishin International Bank

• Taiwan Business Bank, Offshore Banking Branch

• Taiwan Co-operative Bank, Offshore Banking Branch

 

Untuk mendapatkan pinjaman ini, IMFI menunjuk tiga bank yakni Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, CTBC Bank Co. Limited, dan Standard Chartered Bank sebagai Original Mandated Lead Arranger (OMLA).

 

Sebagai apresiasi IMFI terhadap partisipasi bank dalam memberikan pinjaman, maka pada 13 September 2013 IMFI mengadakan acara Closing Ceremony bertempat di Mulia Hotel, Nusa Dua – Bali, dihadiri seluruh Direksi IMFI dan perwakilan masing–masing Bank.

 

Gunawan menyampaikan bahwa pinjaman sindikasi ini rencananya akan digunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan IMFI sampai dengan 1 (satu) tahun ke depan. “Diperolehnya pinjaman sindikasi ini menjadi prestasi bagi IMFI karena merupakan jumlah pinjaman sindikasi terbesar yang pernah diperoleh selama ini. Selain itu, dalam kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif saat ini karena meningkatnya suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) dan melemahnya mata uang rupiah, ternyata IMFI mampu mendapatkan pendanaan dari Bank luar negeri,” ujarnya