Indonesia English

KOMITE MANAJEMEN RESIKO

 

Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) berikut ini:

  • POJK NO. 29/POJK.05/2020 tentang Perubahan Atas POJK NO. 30/POJK.05/2014 tentang “Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan”, dan
  • POJK No.1/POJK.05/2015 tanggal 26 Maret 2015 tentang “Penerapan Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank”.

Maka untuk membantu Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dalam memantau pelaksanaan Kerangka Kerja, Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko Perusahaan,  dibentuklah Komite Manajemen Risiko yang terdiri dari:

  • Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight Committee – ROC)

Komite Pemantau Risiko adalah komite yang dibentuk untuk membantu pelaksanaan tugas dan wewenang Dewan Komisaris terkait dengan penerapan manajemen risiko Perusahaan.

Tanggung jawab utama Komite Pemantau Risiko adalah:

  • Mengevaluasi dan mengkaji kebijakan dan strategi manajemen risiko untuk dimintakan persetujuan Dewan Komisaris.
  • Mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan manajemen risiko dengan kebijakan manajemen risikonya.
  • Mengevaluasi kepatuhan terhadap ketentuan kehati-hatian serta kesesuaian terhadap kerangka kerja kebijakan dan sistem pengendalian yang dibangun oleh unit-unit kerja terkait.
  • Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan unit-unit manajemen risiko.

Anggota Komite terdiri dari:

  •  Seorang Komisaris Independen;
  •  Dewan Komisaris Perusahaan.

Komite diketuai oleh Komisaris Independen.

 

  • Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee – RMC)

Komite Manajemen Risiko adalah komite yang dibentuk untuk membantu pelaksanaan tugas dan wewenang Dewan Direksi terkait dengan penerapan manajemen risiko Perusahaan.

Tanggung jawab utama Komite Manajemen Risiko adalah:

  • Menerapkan manajemen risiko secara efektif untuk Perusahaan.
  • Memberikan rekomendasi kepada Presiden Direktur, paling sedikit mencakup:
    • Penyusunan kebijakan, strategi, dan pedoman penerapan manajemen risiko.
    • Perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi implementasi manajemen risiko.
    • Penetapan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal.

Anggota Komite terdiri dari:

  • Dewan Direksi Perusahaan.

Komite diketuai oleh Direktur Risk Management.