Indonesia English

    Awas, Mikroplastik Bisa Masuk ke Tubuh! Ini Cara Mencegahnya

     

     

    Halo, Sahabat IMFI!

     

    Tahukah kamu kalau negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina  termasuk yang mengonsumsi mikroplastik tertinggi di dunia? Dikutip dari jurnal Environmental Science and Technology oleh peneliti Cornell University (2024), menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia menyerap sekitar 15 gram mikroplastik per orang setiap bulannya dari makanan yang sudah terkontaminasi.

     

    Salah satu faktor pendorong tingginya paparan ini adalah pesatnya industrialisasi yang meningkatkan volume sampah, terutama sampah plastik. Jika pengelolaannya tidak optimal, partikel plastik yang terurai akan mencemari lingkungan dan berpotensi masuk ke tubuh manusia.

     

    Lalu, apa sebenarnya mikroplastik itu? Dari mana asalnya, dan kenapa bisa berdampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan? 

     

    Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, kurang dari 5 mm, yang mudah mencemari lingkungan. Karena bentuknya yang mikroskopis, mikroplastik dapat ditemukan di laut, sungai, sedimen, terumbu karang, hingga tubuh ikan. Bahkan penelitian terbaru menunjukkan jejak mikroplastik telah masuk ke darah manusia, jaringan reproduksi pria, bahkan jaringan otak. 

     

    Partikel mikroplastik yang berada perairan termasuk mempunyai ukuran yang sangat kecil hingga mudah tertelan oleh plankton, ikan kecil, hingga ikan besar. Dari sini, partikel tersebut berpindah ke tubuh makhluk hidup. Saat manusia mengonsumsi ikan yang sudah terpapar, mikroplastik itu ikut masuk ke tubuh kita. Proses perpindahan bertahap inilah yang dikenal sebagai bioakumulasi.

     

    Lantas, apa saja contoh mikroplastik yang sering kita jumpai sehari-hari tanpa kita sadari?

     

    1. Serat Pakaian Sintetis

    Ketika pakaian berbahan sintetis dicuci, serat mikroplastik ikut terlepas dan lolos dari filter, lalu ikut mengalir ke sistem air dan mencemari lingkungan.

     

    2. Partikel dari Ban Kendaraan

    Setiap kali motor atau mobil dipakai, gesekan ban dengan jalan akan menghasilkan mikroplastik kecil yang kemudian terbawa angin atau aliran air.

     

    3. Kemasan Makanan yang Mulai Rusak

    Wadah plastik seperti botol minum, kotak makan, atau kantong belanja bisa terurai menjadi partikel mikroplastik saat terkena panas dan paparan cuaca, bahkan sebelum dibuang.

     

    Setelah mengetahui sumber-sumbernya, langkah selanjutnya adalah mengurangi paparan mikroplastik melalui kebiasaan sehari-hari. Berikut yang bisa mulai diterapkan:

     

    1. Batasi Konsumsi Hidangan Laut

    Kandungan mikroplastik tertinggi umumnya terdapat pada makanan laut, terutama kerang. Menurut jurnal Current Opinion in Food Science (2021), seseorang yang rutin makan kerang berpotensi menelan sekitar 2.602-16.288 partikel mikroplastik per tahun. Karena itu, ada baiknya mengurangi konsumsi seafood dan memilih produk yang jelas kualitasnya.

     

    2. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    Karena sebagian besar mikroplastik berasal dari sampah plastik, usahakan untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai seperti sedotan, gelas, atau peralatan makan plastik. Pilih wadah dan perlengkapan makan berbahan kaca atau stainless steel agar migrasi partikel plastik ke makanan lebih minim.

     

    3. Rutin Membersihkan Rumah

    Mikroplastik dan nano plastik ternyata juga ngumpet di debu rumah. Untuk mengurangi risikonya, rutin merapikan dan membersihkan rumah, terutama di area yang mudah berdebu seperti kolong furniture, jendela, dan ventilasi. Kalau memungkinkan, gunakan air purifier dengan filter HEPA untuk membantu menyaring partikel halus di udara.

     

    Dengan memahami sumber dan bahaya mikroplastik, kita bisa lebih waspada dalam memilih kebiasaan sehari-hari. Langkah-langkah kecil seperti mengurangi plastik sekali pakai, menjaga kebersihan rumah, hingga lebih selektif memilih makanan laut bisa jadi cara sederhana untuk melindungi diri dan lingkungan. 

     

    Yuk, mulai berubah dari hal kecil, karena kesehatan kita dan bumi dimulai dari pilihan hari ini!

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Dikutip dan diolah dari berbagai sumber